Tuesday, October 8, 2019

Penggunaan Teknologi dalam Akuntansi


Pada saat ini perkembangan teknologi informasi semakin pesat. Karena perkembangan teknologi yang semakin pesat, persaingan di dalam dunia bisnis pun semakin ketat.  Banyak orang yang saat ini lebih bergantung pada canggihnya teknologi, seperti saat ini dalam membeli barang tidak perlu jauh jauh datang ke tokonya kita dapat depat dengan mudah mengakses nya lewat handphone,tinggal pesan langsung sampai, atau dalam mentransfer uang kita tidak perlu capek capek mengantri di bank atau atm dengan menggunakan m-banking uang sudah langsung tertransfer. Sama halnya dengan akuntansi, dalam akuntansi sistem informasi akuntansi diperlukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan untuk diberikan kepada para pemegang modal,dalam pembuatan laporan keuangan biasanya dilakukan dengan sistem secara manual dan tradisonal, namun pada saat ini para pengguna dan pembuat laporan keuangan mulai meninggalkan sistem manual dan beralih ke sistem computer.
Saat ini teknologi informasi akuntansi aplikasi berbasis computer sudah banyak muncul di masyarakat, seperti myob, zahir accounting, moae dll.

Dengan perkembangan teknologi informasi pada saat ini,sangat berpengaruh besar terhadap sistem informasi akuntansi perusahaan. Banyak keuntungan yang didapat, seperti dalam pembuatan laporan keuangan tidak akan membutuhkan banyak waktu,biaya dan tenaga dalam melakukannya bila dibandingkan dengan pengerjaan secara manual atau tradisional. Dan juga informasi yang dihasilkan akan menjadi lebih cepat dan akurat, sehingga tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan secara berulang ulang terhadap hasil laporan keuangan yang disajikan. Selain itu dengan menggunakan sistem computer memudahkan kita dalam melakukan pengolahan data dan transaksi dalam akuntansi.
Proses pengolahan data dalam akuntansi dapat dilakukan dengan cepat dengan menggunakan computer, dikarenakan kemampuan computer dalam mengolah data jauh lebih cepat dibandingkan dengan manusia. Namun, dilain pihak diperlukannya pengawasan yang berbeda dari cara manual untuk menjamin ketelitian dan keamanan dalam memproses data dan menjaga asset milik perusahaan.
Dengan banyaknya kemudahan yang didapat dalam menggunakan sistem computer, bukan berarti tidak ada permasalahan atau hambatan yang akan dialami perusahaan. Dalam menggunakan sistem computer perusahaan harus siap dalam sumber daya manusia dan modalnya. Oleh karena itu perusahaan harus mampu dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi.
Seperti contohnya masalah kemampuan sumber daya manusia yang belum memadai di bidang sistem informasi berbasis computer, karena masih banyak orang yang awam dengan penggunaan computer dalam pembuatan laporan keuangan,sebab awalnya lebih sering membuat nya dengan cara manual. Selain itu masalah sistem keamanan seperti bahaya virus, kehilangan data, dan hackers.

Kesimpulannya adalah bahwa dengan perkembangan jaman dan teknologi pada saat ini, sistem informasi akuntansi berbasis manual atau tradisional sudah mulai ditinggalkan. Perusahaan sudah mulai beralih ke pemakaian sistem informasi akuntansi yang berbasis komputer, karena dianggap lebih cepat, tepat, dan akurat dalam menyajikan suatu informasi berupa laporan keuangan yang dibutuhkan oleh para pemegang modal, sehingga dengan demikian perusahaan menjadi lebih sangat efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuannya. Namun perlu diketahui,juga bahwa dengan keberadaan sistem informasi akuntansi berbasis komputer, maka adanya dampak positif dan juga dampak negatif. Untuk mengantisipasinya, maka dibutuhkan juga sumber daya manusia yang terampil dalam bidang keuangan dan teknologi komputer. Perusahaan hendaknya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dengan memberikan pelatihan di bidang ilmu akuntansi dan teknologi komputer. Selain itu, keberadaan sistem informasi berbasis komputer juga harus selalu dipelihara dan di update keamanannya.


KOPERASI “HIDUP SEGAN, MATI TAK MAU”





Koperasi berbeda dengan badan usaha pada umumnya, koperasi dimiliki dan dikelola oleh anggotanya sendiri. Tujuannya tidak lebih dari memenuhi kebutuhan bersama, terutama pada bidang ekonomi. .  Landasan dari koperasi tak lain dan tak bukan adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan Pancasila. 

Koperasi juga dipahami sebagai badan hukum yang didirikan berdasar asas kekeluargaan. Menganut prinsip ekonomi kerakyatan, dan dibentuknya sebuah koperasi bertujuan untuk mensejahterakan para anggotanya. Jadi, seluruh keuntungan yang didapat oleh koperasi akan dikelola untuk kemajuan kinerja koperasi dan dibagikan pada anggota aktif.

Siapapun dapat mendirikan sebuah koperasi, baik perorangan maupun badan hukum. Lalu apa yang membandingkan koperasi dengan badan hukum seperti PT, CV dan lainnya ? kepemilikan koperasi tidak didasarkan pada kepemilikan jumlah modal anggota, artinya keputusan kegiatan koperasi adalah hasil musyawarah bersama, karena setiap anggota memiliki suara yang sama, sehingga tidak ada suara mayoritas dalam pengambilan keputusan kegiatan koperasi.

Sedangkan berbeda dengan bentuk badan hukum kegiatan usaha lainnya, dimana pemilik saham mayoritas tentu memiliki suara dominan untuk mengatur arah usaha kedepan. Namun, dalam hal pembagian keuntungan usaha, secara teknis, terdapat kesamaan dengan bentuk usaha konvensional lainnya, dimana anggota koperasi yang memiliki simpanan (jika bentuk koperasinya adalah simpan pinjam) ataupun berbelanja lebih (jika berbentuk koperasi konsumen) memiliki pengembalian atau pembagian keuntungan yang relative lebih besar. Artinya, para anggota yang memiliki kekuatan lebih (modal lebih besar secara relative dari anggota lainnya) tentu akan mendapatkan keuntungan yang lebih. Tentu saja ini menjadi mirip dengan kegiatan dengan bentuk badan usaha konvensional lainnya.

Setelah koperasi di Indonesia berumur lebih dari satu abad, tetapi sosoknya masih setara dengan usaha mikro, kecil dan bernuansa kemiskinan. Masih dalam sosok kecil,lemah,kuno, Jauh dari yang seharusnya. Kondisi koperasi masih tetap sama dan seabad kemudian bukan tidak mungkin malah semakin menurun. Koperasi semakin tidak menarik karena kondisinya, dan tak mengikuti laju zaman dengan tak mau belajar menggunakan IT. Atau malah mungkin orang tak kenal lagi koperasi pada masa itu.

Fenomena yang cukup dilematis ketika ternyata koperasi dengan berbagai kelebihannya ternyata sangat sulit berkembang di Indonesia. Fenomena pada koperasi di Indonesia dalam perkembangannya mengalami pasang surut, koperasi dari jaman dahulu hingga sekarang tidak ada yang tumbuh dengan pesat dalam arti tidak ada yang tumbuh menjadi usaha besar seperti pelaku ekonomi yang besar. Padahal, upaya pemerintah untuk memberdayakan koperasi seolah tidak pernah habis. Bahkan, bisa dinilai mungkin amat memanjakan. Berbagai paket program bantuan dari pemerintah terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ini seperti kredit program seperti kredit usaha tani, Kkop, pengalihan saham dari perusahaan besar ke koperasi sebesar satu persen, skim program KUK dari bank dan kredit ketahanan pangan yang merupakan kredit komersial dari perbankan, juga paket program dari permodalan nasional madani, terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ekonomi kerakyatan ini. 

Tak hanya sekedar bantuan program, ada institusi khusus yang menangani di luar dekopin, yaitu menteri negara urusan koperasi dan PKM (pengusaha kecil menengah), yang seharusnya memacu gerakan ini untuk terus maju.Dan juga salah satu penyebabnya adalah kurang diminatinya koperasi oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena selama ini koperasi hanya dipandang sebagai lembaga saja, bukan sebagai sistem perekonomian dan juga ada beberapa kendala yang menyebabkan lesunya koperasi terhadap kemajuan ekonomi bangsa, yaitu : 
1. Kurangnya partisipasi anggota. 
2. Tingat sosialisasi dan partisipasi anggota koperasi masih rendah. 
3. Manajemen koperasi yang belum profesioanal. 
4. Kondisi modal keuangan yang masih minim. 
5. Sumber daya manusia yang belum mendukung jalannya koperasi. 
6. Kurangnya kesadaran masyarakat. 
7. Pemerintah masih terlalu memanjakan koperasi. 
8. Demokrasi ekonomi yang kurang. 

Berdasarkan kendala-kendala tersebutlah yang dapat menyebabkan koperasi sulit untuk berkembang.
Dari tahun ke tahun dari segi kondisi kualitas koperasi semakin hari semakin mengalami keterpurukan, keberadaan koperasi masih  perlu upaya yang sungguh-sungguh untuk ditingkatkan mengikuti tuntutan lingkungan dunia usaha dan lingkungan kehidupan dan kesejahteraan para anggotanya. Kekuatan koperasi dalam berbagai kegiatan ekonomi masih relatif kecil, dan ketergantungan koperasi terhadap bantuan dari pihak luar, terutama pemerintah, masih sangat besar. 

Jadi, dalam kata lain, di Indonesia, setelah  lebih dari 50 tahun keberadaannya, lembaga yang namanya koperasi  yang diharapkan menjadi pilar atau soko guru perekonomian nasional dan juga lembaga gerakan ekonomi rakyat ternyata tidak berkembang baik seperti di negara-negara maju.
Nasib koperasi di Indonesia semakin muram, tak ditangani sepenuh hati. Pemerintah agaknya lebih menekankan pada sistem ekonomi neoliberal. Padahal antara sistem ekonomi neoliberal dan koperasi ibarat air dan minyak. Keduanya saling bertentangan dan mustahil untuk bisa berdampingan ataupun seiring sejalan. Kalau boleh diumpamakan, antara ekonomi neoliberal dan koperasi ibarat langit dan bumi. Kenapa? Ekonomi neoliberal menyerahkan perekonomian pada mekanisme pasar dan padat modal, dan yang terjadi kemudian yang kaya semakin kaya, dan orang miskin tetap melarat. Sedang koperasi bertujuan untuk memperjuangkan kemakmuran bagi anggotanya.

Seiring berjalannya waktu, perkoperasian Indonesia seakan ”hidup segan, mati tak mau”. Yang lebih sering terdengar di negeri ini hanya kegagalan-kegagalan yang terjadi pada koperasi di Indonesia. Walaupun pemerintah telah memiliki kementerian yang menangani koperasi, namun kemauan pemerintah untuk membangun koperasi belum sepenuh hati. Hal ini menghambat fungsi koperasi sebagai urat nadi perekonomian Indonesia.Koperasi yang diharapkan sebagai penggerak perekonomian rakyat Indonesia, pada kenyataannya hanyalah sebagai angin lalu saja. Cukup banyak koperasi yang berdiri, namun banyak pula yang hanya meninggalkan (matisuri) namanya saja yang ada dan terus hilang seiring berjalannya waktu. Salah satu contohnya adalah Koperasi Unit Desa (KUD) yang semakin hari semakin tenggelam namanya. Biasanya KUD membawahi beberapa usaha seperti Unit Simpan Pinjam, pakan ternak, obat-obatan pertanian, pembayaran listrik, dll. Pemerintah sebagai regulator dirasa belum mampu berbuat banyak terhadap penentuan harga dipasar. Saat ini berbeda dengan saat dimana Soeharto masih menjabat sebagai presiden, sekarang hanya sebatas mengkoordinir namun tidak ada tindak lanjutnya. Misalnya saja,  dulu ketika zaman orde baru, distribusi pupuk dari pemerintah disalurkan melalui koperasi, namun saat ini pemerintah lebih percaya kepada distributor tunggal.  Hal ini sangat disayangkan karena akan mematikan koperasi secara perlahan dan hanya menguntungkan pihak distributor tunggal yang memang lebih bermodal besar. 

Mungkin saat ini di KUD hanya unit simpan pinjam lah yang masih berjalan dengan baik. Prinsip simpan pinjam di KUD tidak seperti bank. Jika di bank untuk meminjam uang harus menggunakan jaminan (bunga), di KUD untuk meminjam uang jaminannya hanya berupa modal kepercayaan atau kekeluargaan saja.  Inilah asas yang sering dilupakan oleh KSP (Koperasi Simpan Pinjam). Banyak Koperasi Simpan Pinjam kini bertindak sebagai Bank Perkreditan Rakrat (BPR). Dari sini tampak jelas kemauan pemerintah membangun perekonomian berbasis kerakyatan belum sepenuh hati. Hal ini disebabkan banyak program yang sesungguhnya bermanfaat besar bagi masyarakat namun tidak tersosialisasikan dengan baik. Salah satu contohnya yaitu standarisasi aturan pendirian koperasi yang tidak jelas. Akibatnya masing-masing notaris memiliki aturan yang berbeda-beda dalam menentukan persyaratan pendirian koperasi.  Situasi ini diperparah lagi oleh kemauan pemerintah yang terlanjur memilih sistem ekonomi liberal sebagai jiwa pembangunan ekonomi Indonesia. 
Dan juga sekarang jumlah koperasi tidak aktif mengalami kenaikan, jumlah koperasi tidak aktif di seluruh Indonesia mencapai 61.449 unit, atau 29,79% dari jumlah total koperasi yang tercatat sebanyak 206.288 unit, adapun periode januari-juni terjadi peningkatan koperasi tidak aktif sebanyak 2.000 unit. Akibat dari adanya koperasi tidak aktif ini nama baik koperasi yang masih aktif ikut terpengaruh sehingga sangat merugikan. Faktor utama yang menyebabkan jumlah koperasi tidak aktif terus meningkat diprediksi karena salah pengelolaan. Banyak koperasi muncul berdasarkan coba-coba sehingga ketika berjalan baru menyadari salah memilih bidang usaha.Selain itu, peran anggota koperasi kurang dan hanya semangat saat proses mendirikan saja sehingga dalam perjalanannya tanpa arah. 

Oleh karena itu tidak heran kenapa peran koperasi di dalam perekonomian Indonesia masih sering dipertanyakan dan selalu menjadi bahan perdebatan  karena tidak jarang koperasi dimanfaatkan di luar kepentingan yang sesuai.



DAFTAR PUSTAKA







Wednesday, May 8, 2019

Pembangunan dan Struktur Ekonomi


Kelebihan dan Kekurangan Sektor di Bidang Pertanian, Industri dan Jasa

   A.      Pertanian

Kelebihan:

 1.   Memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya harga berubah berapapun orang akan tetep
membeli produk pertanian. Contohnya saja Beras,Walaupun harga beras mahal,namun karena beras
merupakan makanan pokok masyarakat,masyarakat tetap akan mebeli beras tersebut.
2.    Penghasil bahan kebutuhan pokok seperti beras ,gandum ,sayura-sayuran.
3.    Memberikan sumbangan terhadap pendapatan nasional sehingga devisa negara akan bertambah
4.    Menyediakan lapangan pekerjaan.

Kekurangan:

  1.    Produksi nya konstan, sangat sulit ditingkatkan dan memiliki investasi yang mahal
  2.    Kurangnya pengetahuan dalam cara-cara bertani yang baik dan keterbatasan pengetahian tentang
         bibit-bibit unggul serta pupuk-pupuk yang diperlukan  tanaman.

   B.      Industri

Kelebihan:

1.       Akan memunculkan potensi yang dimiliki tiap-tiap daerah
adanya pembangunan di enam koridor ekonomi akan menggali potensi-potensi yang dimiliki tiap-tiap koridor tersebut dan akan memaksimalkannya. Misal di pulau Sumatera akan memaksimalkan potensi sebagai sentra  produksi dan pengolahan hasil bumi dan lumbung energi nasional. Begitu pula dengan pulau Kalimantan dapat memaksimalkan potensi sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil tambang dan lumbung energi nasional, Papua-Maluku sebagai pengolahan sumber daya alam yang melimpah dan SDM yang sejahtera, Bali-Nusa Tenggara sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional, Jawa sebagai pendorong industri dan jasa Nasional, serta Pulau Sulawesi sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan nasional.

2.       Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan
dengan adanya pembangunan di enam koridor akan memperluas proses pertumbuhan di berbagai daerah. Pembangunan tidak hanya terjadi di pusat kota saja melainkan di seluruh kota termasuk daerah tertinggal. Dengan adanya pembangunan di enam koridor akan mempercepat dan memperluas pertumbuhan ekonomi dan menjadikan pembangunan yang merata di tiap-tiap daerah.

3.       Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan
manfaat pembangunan secara luas. Pembangunan yang telah merata di tiap-tiap wilayah akan mempermudah pembangunan sarana infrastruktur yang baik. Seperti di daerah timur Indonesia yang sampai saat ini infrastruktur disana kurang memadai, nantinya dengan adanya pembangunan di enam koridor akan membawa dampak positif bagi daerah-daerah yang dulunya masih tertinggal sebagai contoh jalan raya yang baik, pemenuhan kebutuhan listrik, dan sarana prasarana yang lainnya.

4.       Memperluas lapangan kerja. pembangunan di enam koridor ini akan mendatangkan banyak investor
baik domestik maupun asing. Dengan begitu maka akan membuka lapangan kerja sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia.

5.       Meningkatkan pendapatan daerah yang berujung pula pada  meningkatnya pendapatan nasional.
Karena tiap daerah dapat memaksimalkan potensi yang ada di wilayahnya, maka pendapatan daerah akan naik, apabila pendapatan daerah mengalami kenaikan, maka kenaikan juga akan terjadi pada pendapatan nasional. Dengan adanya MP3EI, pendapatan regional domestik bruto (PRDB) diperkirakan akan meningkat hingga empat kali lipat yakni dari US$555 miliar di tahun 2010 menjadi US$1,09 triliun di tahun 2015 dan US$2,16 triliun di tahun 2030.

Kekurangan:

1.       Dapat mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam. Dengan adanya pemaksimalan potensi di tiap
tiap wilayah maka yang akan terjadi adalah pemanfaatan sumber daya alam secara besar-besaran yang dalam artian bahwa akan terjadi eksploitasi alam karena tiap wilayah berlomba-lomba untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari potensi yang dimiliki. Akibatnya akan berdampak buruk bagi alam sekitar, misalnya eksploitasi hasil tambang, hal tersebut akan merusak daerah yang menjadi tempat galian tambang emas dan akan sulit untuk di perbaharui kembali seperti semula.

2.       Kalahnya investor domestik dengan inverstor asing. Tidak menutup kemungkinan bahwa
pembangunan di enam koridor ini akan mendatangkan investor-investor asing. Kita tahu bahwa sumber daya manusia yang di miliki indonesia masih agak kurang memadai untuk berdiri sendiri mengelola potensi-potensi alamnya. Seperi contoh di papua, pertambangan emas telah dikuasai investor asing untuk mengelolanya karena keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi di Indonesia. Selain itu, Pemerintah daerah tentunya akan lebih senang jika proyek pembangunan dipegang oleh investor asing karena pasti investor asing akan berani membayar mahal untuk mendapatkan hasil alam misalnya bijih emas. Untuk itu perlu disiasati bagaimana agar investor domestik dapat bersaing dengan investor asing.

    C.      Jasa

Kelebihan:

   1.    Dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering
   2.    Dengan adanya sektor jasa,maka akan menambah pendapatan negara dan juga akan
mengurangi   masalah pengangguran di Indonesia.

Kekurangan:

  Pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis 




Pembangunan Tanpa Perubahan Struktur Ekonomi

Pembangunan tanpa perubahan struktur ekonomi tidak dapat dilaksanakan kaena perubahan struktur ekonomi menitik beratkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yan dialami suatu Negara. Oleh karena itu, pembangunan Negara sedang dalam proses apabila telah timbul suatu perubahan struktur ekonomi tersebut. Seperti pembagian dua bidang ekonomi dimana pada bidang pertama  membahas tentang beberapa sector yaitu pertanian,industry , dan jasa yang merupakan penghasilan untuk suatu Negara khususnya untuk pembangunan yang akan dilaksanakan.  Dalam hal ini perubahan struktur ekonomi diperlukan karna beberapa alasan salah satunya adalah untuk memajukan perkembangan teknologi suatu Negara. Suatu Negara dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, membawa efek maju dalam perkembangan Negara tersebut dikarenakan teknologi yang semakin mempermudah perkerjaan sehingga merubah pola pikir masyarakat yang akan berdampak positif untuk wawasan ketenagakerjaan. Dampak tersebut merupakan perubahan struktur ekonomi dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang berdaampingan dngan pembangunan ekonomi suatu Negara.




Terjadinya Perubahan Struktur Ekonomi Dalam Proses Pembangunan

1.      Adanya Hukum Engels.

Sifat manusia dalam kegiatan konsumsinya, yaitua pabila pendapatan naik, elastisitas permintaan yang di akibatkan oleh perubahan pendapatan (income elastcity of demand) adalah rendah atas konsumsi bahan –  bahan makanan. Sedangakan permintaan terhadap bahan – bahan pakaian, perumahan, dan barang –  barang konsumsi hasil industri keadaannya adalh sebaliknya.
2.      Adanya perubahan teknologi yang terus menerus berlangsung.
Perubahan teknologi yang terjadi dalam proses pembangunan akan menimbulkan struktur produksi yang bersifat compulsory dan inducive.
     Compulsory: sebagai akibat teknologi yang digunakan terus-menerus akan mempertinggi produktivitas kegiatan ekonomi dan memperluas pasar serta kegiatan perdagangan. Perubahan-perubahan seperti ini terjadi dalam produksi barang industri yang selalu menghasilkan produk-produk terbaru yang memberikan fasilitas dan kemudahan-kemudahan bagi konsumen, dengan menggunakan teknologi-teknologi inovatif yang diterapkan di sektor industri. Misalnya, setiap tahun atau beberapa tahun selalu bermunculan produk-produk mobil, motor, komputer, alat-alat kebutuhanrumah tangga versi terbaru.
    Inducive: kemajuan menciptakan produk industri baru yang menambah pilihan alternatif terhadap barang-barang industri yang dikonsumsi atau dengan teknologi menimbulkan sektor industri banyak menawarkan diversifikasi produk industri, seperti memberikan pilihan apakah mengunakan tenaga kerja manusia atau robot ciptaan manusia.
3.      Adanya comparative advantage.
Pada produk-produk sektor pertanian bagi negara-negara berkembang, sedangkan negara-negara yang sudah maju memiliki competitiveadvantage pada produk-produk sektor industri.

Pembangunan Yang Hanya Mengejar Pertumbuhan Tanpa Menghiraukan Kelestarian Lingkungan


Tumbuhnya pabrik-pabrik lokal maupun asing di Indonesia juga berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomipun otomatis juga akan meningkat. Tapi yang mengecewakan ketika beberapa pabrik-pabrik tersebut tidak menghiraukan kelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah cair ke sungai tanpa proses pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Hal ini akan merugikan manusia dan juga ekosistem di sekitar lingkungan tersebut. Salah satu hal yang diupayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu kawasan yang disebut kawasan industri. Di Indonesia ada banyak kawasan industri, misalnya kawasan industri gresik, kawasan industri rungkut dan masih banyak lagi. Langkah ini dirasa efektif dalam mengurangi kerusakan lingkungan alam karena industri-industri besar dipusatkan dalam satu wilayah dan otomatis polusi yang dihasilkan tidak akan menyebar samppai permukiman penduduk. Biasanya suatu kawasan industri dilengkapi oleh sistem pengolah limbah, jadi dengan adanya sistem tersebut dampak negatif tersebut bisa diminimalkan. Jadi sebagai masyarakat yang membantu pertumbuhan ekonomi, pelihara sikap “peduli lingkungan” lebih bermanfaat untuk suatu Negara dibandingkan dengan sikap ‘membangun untuk merusak’.


Sumber:



Tuesday, April 23, 2019

Inflasi dan Kemiskinan


      Inflasi 

      adalah suatu keadaan dimana harga barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri. 
      
      Revaluasi

      adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai mata uang di dalam negeri terhadap mata uang asing.

       Devisa umum 

      yaitu devisa yang diperoleh dari hasil ekspor, penjualan jasa dan bunga modal.

      Valuta Asing

      adalah mata uang yang bisa digunakan serta mudah diterima oleh banyak negara yang terlibat dalam kegiatan perdagangan internasional.

Apakah Inflasi Selalu Merugikan?

Inflasi tidak selalunya memiliki dampak yang negative. Di balik banyak nya dampak negative dari inflasi terdapat dampak-dampak positif yang ditimbulkan oleh inflasi itu sendiri antara lain:

1.Peredaran / perputaran barang lebih cepat.
2.Produksi barang-barang bertambah. Hal ini terjadi karena keuntungan pengusaha yang terus bertambah karena terjadinya inflasi.
3.Kesempatan kerja bertambah. Lapangan pekerjaan semakin terbuka karena kegiatan produksi akan melebihi dari biasanya dan juga akan terjadi tambahan investasi.
4.Pendapatan nominal bertambah, tetapi riil berkurang, karena kenaikan pendapatan kecil kerana nilai mata uangnya yang kecil juga..

Adapun beberapa pihak yang sangat di untungkan dengan terjadinya inflasi di suatu Negara, berikut adalah sedikitnya dari beberapa pihak itu:

1.Para pengusaha, yang pada saat sebelum terjadinya inflasi, telah memiliki stock/persediaan produksi barang yang siap dijual dalam jumlah besar.
2.Para pedagang, yang dengan terjadinya inflasi menggunakan kesempatan memainkan harga barang. Cara yang dipakai adalah dengan menaikkan harga, karena ingin mendapatkan laba/keuntungan yang besar.
3.Para spekulan, yaitu orang-orang atau badan usaha yang mengadakan spekulasi, dengan cara menimbun barang sebanyak-banyaknya sebelum terjadinya inflasi dan menjualnya kembali pada saat inflasi terjadi, sehingga terjadinya kenaikan harga sangat menguntungkan mereka.
4.Para peminjam, karena pinjaman telah diambil sebelum harga barang-barang naik, sehingga nilai riil-nya lebih tinggi daripada sesudah inflasi terjadi, tetapi peminjam membayar kembali tetap sesuai dengan perjanjian yang dibuat sebelum terjadi inflasi. Misalnya, para pengambil kredit KPR BTN sebelum inflasi yang mengakibatkan harga bahan bangunan dan rumah KPR BTN naik, sedangkan jumlah angsuran yang harus dibayar kepada BTN tetap tidak ikut.
Tidak selamanya inflasi selalu merugi. Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negative, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Coba kita renungkan, apa penyebab harga tanah ataupun properti lainnya cenderung cepat naik nilainya hanya dalam jangka waktu 5 tahun?
Ya, jawabannya adalah inflasi. Dengan semakin menurunnya nilai mata uang rupiah dan semakin tingginya kebutuhan tanah/properti maka hal tersebut akan mempercepat naiknya harga aset tersebut. Demikian juga dengan nilai emas.
Bayangkan jika inflasi di negeri ini hanya sebesar satu persen atau bahkan nol persen per tahun.
Maka investasi Anda di bidang properti atau emas tersebut akan sangat lambat dan tentu saja lebih beresiko. Berikut beberapa contoh dari manfaat inflasi:
1.Sebagai indikator untuk penentuan kebijakan penetapan harga beberapa komoditas tertentu, seperti : harga beras, BBM, listrik dan sebagainya.
2.Sebagai bahan penentuan kebijakan dalam mengatur kelancaran arus distribusi barang, apabila diketahui bahwa salah satu penyebab kenaikan harga terjadi karena terganggunya kelancaran distribusi barang.
3.Untuk bahan penentuan kebijakan impor (misal substitusi impor), dan sebagainya.

5 Faktor yang Mempengaruhi Investasi dalam Perekonomian suatu Negara 

1. Suku Bunga

Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.
2. Kondisi sarana dan prasarana
Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi contohnya antara lain :
jalan, terminal, pelabuhan, bandar udara dan lainlain. Sarana dan prasrana telekomunikasi contohnya: jaringan telepon kabel maupun nirkabel, jaringan internet, prasarana dan sarana pos. Sedangkan contoh dari utilitas adalah tersedianya air bersih, listrik dan lain-lain.
3. Kualitas sumberdaya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Tekhnologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.
4. Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.
5. Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.

Kemiskinan dan Garis Kemiskinan

Kemiskinan 
adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. 

Garis kemiskinan atau batas kemiskinan
 adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara.
Garis kemiskinan berguna sebagai perangkat ekonomi yang dapat digunakan untuk mengukur rakyat miskin dan mempertimbangkan pembaharuan sosio-ekonomi, misalnya seperti program peningkatan kesejahteraan dan asuransi pengangguran untuk menanggulangi kemiskinan.

 Penyebab dan Dampak Kemiskinan di Indonesia


Penyebab:
1. Laju Pertumbuhan Penduduk
2. Angka Pengangguran Tinggi
3. Tingkat Pendidikan yang Rendah
4. Bencana Alam
5. Distribusi yang Tidak Merata

Dampak:
1. Kriminalitas Meningkat
2. Angka Kematian yang Tinggi
3. Akses Pendidikan Tertutup
4. Pengangguran Semakin Banyak
5. Munculnya Konflik di Masyarakat



Daftar Pustaka:


Perdagangan Internasional dan Hambatan Hambatannya


Perdagangan Internasional

adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun, dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Pemasaran Internasional

adalah kegiatan Pemasaran yang melewati batas-batas lebih dari satu negara. Pemasaran internasional merupakan penerapan konsep, prinsip, aktivitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa perusahaan kepada konsumen di berbagai Negara.


Bentuk – Bentuk Hambatan yang Terjadi dalam Perdagangan antar Negara

     a.     Hambatan Tarif
Tarif adalah pembebanan pajak (custom duties) terhadap barang-barang  yang melewati batas kenegaraan.

       b.  Hambatan quota
Kuota membatasi banyaknya unit yang dapat diimpor. Tujuannya adalah untuk membatasi jumlah barang tersebut di pasar dan menaikkan harga produknya.

       c.   Hambatan Dumping
adalah menjual suatu barang yang nilainya lebih tinggi dari harga beli, baik dijual di luar negeri maupun dalam negeri tetap mendapat untung. 

      d.   Hambatan Embargo
     adalah pelarangan perniagaan dan perdagangan dengan sebuah negara.

Pemerintah menerapkan Hambatan Perdagangan di Indonesia

Dalam suatu Negara, termasuk Indonesia dalam melakukan perdagangan internasional pasti tidak selalu terus berjalan dengan baik, selalu diikuti dengan hambatan hambatan yang terjadi didalam perdagangan internasional, seperti:
1.Perbedaan Mata Uang Antarnegara
Mata uang yang berlaku di setiap negara berbeda – beda. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional yang dapat digunakan untuk pembayaran import export.
2.Sulitnya Pembayaran Antarnegara dan Risikonya Besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila pembayarnya dilakukan secara tunai maka negara pengimpor akan mengalami kesulitan dan resiko yang tinggi, seperti perampokan. Oleh karena itu, negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran secara tunai tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C.
3.Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin hasil produksinya tersaingi oleh hasil peoduksi dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka produk impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada peoduk dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli produk impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan. 


Pertumbuhan Penduduk Menjadi Suatu Permasalahan Dalam Pembangunan Ekonomi di Negara sedang Berkembang

          Pertumbuhan penduduk menjadi suatu permasalahan dalam pembangunan ekonomi di Negara sedang berkembang karena dengan adanya pertumbuhan penduduk di Negara berkembang akan mempengaruhi tingkat pengangguran yang sangat besar jumlahnya dan tersebar di beberapa wilayah. Karena Negara berkembang memiliki ketergantungan ekonomi, karena perusahaan-perusahaan besar ada di tangan orang asing, atau negara tersebut masih tergantung pada luar negeri. Jadi hal tersebut dapat mengakibatkan Negara berkembang menjadi sulit untuk berkembang karena dengan adanya pertumbuhan penduduk atau angka kelahiran yang tinggi menyulitkan Negara berkembang untuk pembangunan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi

adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Sifat-Sifat Pertumbuhan Ekonomi:

1. Suatu proses
       Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses, artinya pembangunan ekonomi itu berlangsung berlangsung secara terus-menerus bukan merupakan kegiatan yang sifatnya insidental ( tidak sengaja).
2. Usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
      Dikatakan terjadi pembangunan ekonomi jika terjadi kenaikan dalam hal pendapatan per kapita, karena kenaikan pendapatan kenaikan per kapita itu  merupakan cerminan terjadinya kesejahteraan ekonomi masyarakat.
3.Kenaikan pendapatan per kapita berlangsung dalam jangka panjang
       Pendapatan per kapita secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Namun, hal tersebut bukan berarti bahwa pendaptan per kapita harus mengalami kenaikan secara terus-menerus, tetapi pada suatu waktu tertentu dapat turun, namun turunnya tidak terlalu besar.
4. Kenaikan pendapatan per kapita diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi atau
      kelembagaan.
       Dikatakan terjadi pembangunan ekonomi bukan saja berarti peningkatan pendapatan per kapita, namun kenaikan pendapatan per kapita juga harus diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi. Misalnya di sektor pertanian, yang dulunya pengolahan lahan dengan menggunakan tenaga hewan, sekarang berganti meggunkan traktor.

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi

1. Faktor Sumber Daya Manusia
              Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
2. Faktor Sumber Daya Alam
            Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4. Faktor Budaya
            Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorongproses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

5. Sumber Daya Modal
        Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.



Daftar Pustaka:

Thursday, April 18, 2019

Sistem Ekonomi Dalam Suatu Negara

Sistem dan Sistem Ekonomi

Istilah “sistem” berasal dari perkataan “systema” (bahasa Yunani), yang dapat diartikan sebagai: Sistem tersusun dari seperangkat komponen yang bekerja secara bersama-sama untuk mencapai semua tujuan dari keseluruhan sistem tersebut.


sistem ekonomi adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksi. sistem ekonomi bisa juga, suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi seluruh kegiatan perekonomian dalam masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta yang berlandaskan prinsip tertentu guna meraih kemakmuran dan kesejahteraan.

Pentingnya Sistem Ekonomi Bagi Penyelenggaraan Pemerintahan Suatu Negara

Sistem ekonomi bagi penyelenggaraan pemerintah sebuah negara itu sangat penting, karena sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan aturan atau cara cara yang menjadi suatu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Dan berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara didunia, hanya dapat diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing - masing Negara. Tujuan sistem ekonomi pada setiap negara itu sama yaitu bertujuan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, mencapai kestabilan ekonomi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta dapat meratakan pemerataan pendapatan diantara berbagai golongan dan lapisan masyarakat. Sehingga sistem ekonomi dapat menjadi  tolak ukur suatu wilayah atau negara dapat dikatakan maju atau tidak. Suatu Negara dikatakan maju apabila dalam suatu negara memiliki Pendapatan Nasional Bruto (PNB) perkapita yang tinggi, sehingga mengalami kemakmuran dan kesejahteraan dalam masyarakat, karena sistem perekonomian suatu Negara yang baik. Dan juga sistem ekonomi merupakan sistem yang akan mengatur tugas pemerintah maupun rakyat dalam mengatur distribusi pasar ,pemerintah yang mengawasi sedangkan rakyat yang menjadi pelaku atau yang melakukan sistem ekonomi, jadi jelas sangat penting jika tanpa adanya sistem ekonomi, pemerintahaan yang akan di selenggarakan tidak akan berjalan sesuai rencana atau bahkan tidak akan terselenggara. Oleh karena itu suatu negara dibutuhkan sistem ekonomi untuk mengatur perekonomian suatu negara. Apabila suatu negara tidak memiliki sistem ekonomi maka kondisi perekonomian negara tersebut akan kacau akibat tidak adanya sistem yang mengatur, karena sistem ekonomi sangatlah mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Apabila diabaikan negara kita akan mengalami krisis ekonomi.


Sistem Ekonomi dan Sistem Politik Dapat Diibaratkan Dua Sisi Mata Uang 

   Setuju, menurut kami hubungan antara ekonomi dan politik tidak dapat dipisahkan. Terlepas ekonomi terselip dalam setiap elemen kenegaraan, hubungan antara ekonomi dan politik menjadi hal yang saling berkaitan satu sama lain.Perlunya pemahaman seorang ahli ekonomi akan bidang politik perlu ditanamkan. Paling tidak harus memiliki pemahaman terkait antara hubungan ekonomi dengan politik.Ekonomi dan politik merupakan dua aspek atau sektor terpenting dalam sebuah negara. Dua aspek ini tidak bisa dipisahkan karena memiliki hubungan yang sangat erat, bila mereka berdiri sendiri niscaya akan terjadi sebuah masalah yang besar di suatu negara tersebut.


    Hubungan antara ekonomi dan politik bisa dilihat dari berbagai aspek, mulai dari sejarahnya, perkembangannya dan lainnya. Semua itu menunjukkan bahwa memang ada hubungan yang erat antara ekonomi dan politik. Dalam aspek sejarah, para pemikir terdahulu menganggap bahwa ilmu ekonomi merupakan cabang dari ilmu politik. Karena pada saat itu pokok atau inti urusan keuangan atau financial suatu negara dilihat dan diambil dari sumber penghasilan negara yang telah masuki ke ranah ilmu politik. Hal inilah yang menyebabkan ilmu ekonomi dianggap sebagai cabang dari ilmu politik.

Dalam kondisi suatu negara, kehadiran dan hubungan antara ilmu ekonomi dan politik terlihat jelas sesuai dengan keadaan atau kondisi suata negara tersebut. Contohnya saat runtuhnya masa orde baru di Indonesia, terjadilah krisi moneter yang menunjukkan bahwa politik sangat mempengaruhi keadaan ekonomi suatu negara. Ulasan di atas merupakan fakta yang menunjukkan bahwa memang ekonomi dan politik memliki hubungan yang sangat erat, bahkan ketika salah satu dari mereka hilang atau tidak berjalan maka negara akan mengalami dan mendapatkan suatu masalah yang besar. Jadi pada intinya ekonomi dan politik memiliki keterkaitan satu sama lain.

Anggota Kelompok
Nama : Bahiyah Keiko Riyangde
NPM : 21218343

Nama : Lutfia Dyah Wulansari
NPM : 23218854

Nama : Nikita Aprilia
NPM : 25218315

Daftar Pustaka



Monday, March 18, 2019

Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah upaya dalam meningkatkan jumlah produksi barang maupun jasa pada sebuah negara. Pada umumnya pertumbuhan menggambarkan tingkat pengembangan pada sektor produksi.


Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi merupakan sebuah proses perubahan untuk menuju masa yang dinilai lebih baik yang dilakukan secara terencana dalam upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat suatu negara. Pada umumnya, pembangunan ekonomi didefinisikan sebagai usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan perkapita dengan memperlihatkan pertumbuhan dari penduduk di suatu negara.


Banyaknya Pengangguran yang Masih Mewarnai Perekonomian Indonesia

Indonesia adalah Negara berpenduduk terpadat keempat di dunia. Setiap tahunnya kira kira dua juta penduduk Indonesia terjun ke dunia kerja, dan ini menyebabkan tantangan yang sangat besar bagi pemerintah Indonesia untuk menstimulasi penciptaan lahan kerja baru supaya pasar kerja dapat menyerap para pencari kerja yang tiap tahunnya terus bertambah ,salah satunya adalah pengangguran muda yang merupakan salah satu kekhawatiran utama dan butuhnya tindakan yang cepat. Banyaknya pengangguran di Indonesia disebabkan sumber daya manusia nya yang lemah yaitu berupa pengetahuan,pengalaman, dan keterampilannya, karena pendidikan yang kurang efektif dan kurangnya layanan bagi masyarakat, yang seharusnya dapat ditingkatkan lagi. Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan mengeluh karena lemahnya sumber daya manusia di Indonesia dan investor lebih suka berinvestasi di Negara lain yang kualitas pekerjanya lebih tinggi, yang
menyebabkan hilangnya peluang dalam penciptaan lapangan kerja di Indonesia.


Yang Harus Didahulukan Pembangunan atau Pertumbuhan?

Dalam pembangunan ekonomi adanya suatu proses perubahan untuk menuju ke masa yang 
lebih baik, dan dalam upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam suatu 
negara guna meningkatkan pendapatan perkapita dengan memperlihatkan pertumbuhan dari penduduk di suatu Negara. Oleh karena itu jika suatu Negara hanya mengandalkan pembangunan ekonomi saja tanpa adanya pertumbuhan ekonomi, maka tidak adanya peningkatan pendapatan perkapita di masyarakat, sehingga akan menyebabkan pembangunan tidak mampu berjalan dengan baik. Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi, dalam pertumbuhan ekonomi adanya upaya dalam meningkatkan jumlah produksi barang maupun jasa pada sebuah Negara, maka sebuah Negara mengalami pertumbuhan ekonomi jika terjadinya peningkatan pendapatan di suatu Negara tersebut. Maka pembangunan ekonomi tidak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi, karena pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu keduanya harus dilaksanakan secara beriringan dan tidak dapat dipisah. Karena keduanya saling berhubungan.


5 Faktor yang Mempengaruhi Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan Ekonomi:
1.      Modal
2.      SDM
3.      SDA
4.      Kewirausahaan
5.      Politik,social, dan administrative

Pertumbuhan Ekonomi:
1.     SDM
2.      SDA
3.      IPTEK
4.      Nilai sosial budaya
5.      Sistem pemerintahan

Lebih Penting Pemerataan Pembangunan atau Pertumbuhan Ekonomi?

Yang lebih penting yaitu pemerataan pembangunan, karena upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pemerataan pembangunan sehingga hasil pembangunan tidak hanya dinikmati segelintir orang atau kalangan atas saja, contoh di daerah perkotaan mendapatkan porsi pembangunan fasilitas yang lebih besar dibandingkan dengan yang di desa. Hal ini membuat daerah pedesaan semakin sulit untuk dijangkau dan memiliki fasilitas yang kurang memadai. Pembangunan yang tidak merata ini dapat menimbulkan banyak permasalahan, contohnya yaitu urbanisasi. Kurangnya pembangunan membuat banyak penduduk desa pindah ke kota, yang menyebabkan daerah perkotaan semakin padat. Maka dari itu dibutuhkannya pemerataan, dengan cara pembangunan infrastruktur, dengan adanya infrastruktur maka akses antar daerah akan menjadi lebih mudah, selain itu penyeimbangan pembangunan, seharusnya pembangunan fasilitas tidak hanya dilakukan didaerah perkotaan saja namun juga di daerah pedesaan seperti pembangunan fasilitas yang memadai berupa rumah sakit, sekolah yang bagus serta pelayanan masyarakat yang terjangkau yang akan membuat masyarakat pedesaan meningkat taraf hidupnya sehingga dapat menekan angka urbanisasi.



sumber:

http://www.informasi-pendidikan.com/2016/02/pengertian-pembangunan-dan-pertumbuhan.html  (18/3/2019)

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

RANGKUMAN MATERI BAB 1 Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen: proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-us...